Skripsi Metode Penelitian Kuantitatif

Skripsi merupakan satu syarat mutlak yang wajib dipenuhi oleh setiap mahasiswa yang ingin meraih gelar sarjana. Berdasarkan metode penelitiannya, skripsi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu skripsi metode penelitian kuantitatif dan skripsi metode penelitian kualitatif. Masing-masing metode memiliki karakteristik yang berbeda antara satu dengan lainnya. Oleh karena itu, penggunaan metode penelitian pun harus disesuaikan dengan tema skripsi, objek penelitian dan tujuan dari penelitian tersebut.

Perbedaan Metode Penelitian Kuantitif dan Metode Penelitian Kualitatif

Skripsi metode penelitian kuantitatif adalah skripsi yang dibuat dengan metode penelitian yang bersifat induktif, yaitu penelitian bertolak dari sebuah teori menuju data, lalu berakhir pada penerimaan atau penolakan atas teori yang digunakan. Jadi, metode penelitian kuantitatif kerap kali ditujukan untuk menguji dan membuktikan kebenaran sebuah teori.

Metode penelitian ini lebih lazim digunakan dalam penelitian bidang ilmu pasti. Sebab, metode penelitian kuantitatif lebih objektif dan ilmiah karena tidak melibatkan interpretasi subjektif peneliti dalam proses pengambilan dan pengolahan data.

Sementara itu, metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang bersifat deskriptif dan induktif, yaitu penelitian berangkat dari data, bukan teori. enjadi fokus pada penelitian kualitatif bukanlah pembuktian kebenaran suatu teori yang sudah ada. Pada penelitian kualitatif, teori sekadar dimanfaatkan sebagai bahan penjelas.

Metode penelitian kualitatif banyak digunakan pada bidang ilmu sosial dan ilmu-ilmu yang membutuhkan studi kasus, misalnya ilmu psikologi. Pada metode penelitian ini, biasanya data dikumpulkan melalui kegiatan observasi, wawancara, keterlibatan langsung si peneliti dan diskusi. Data-data dari lapangan yang telah terkumpul diolah menjadi bentuk ringkasan fakta, bukan angka-angka statistik sebagaimana pada penelitian kuantitaif.

Itulah sebabnya, hasil penelitian kualitatif adalah interpretasi peneliti atas objek penelitian yang didukung dengan teori-teori yang relevan. Tidak heran, penelitian kualitatif terkesan lebih subjektif dan hasilnya tidak dapat digeneralisasi. Metode Penelitian Kuantitatif berikutnya akan dibahas untuk memperjelas perbedaannya dengan metode kualitatif.

Metode Penelitian Kuantitatif

1. Metode Fungsional

Metode ini disebut juga penelitian fungsional, positivisme, rasionalistik dan penelitan dengan pola pencarian kebenaran dari luar. Metode bisa disebut juga penelitian interpretatif, naturalistik, pendekatan fenomenologis konstruktivis, naturalistik-etnografik dan penelitian dengan pola pencarian dari dalam.

2. Metode Pengisolasi Variabel

Metode ini mengisolasi variabel-variabel, lalu mengorelakasikannya dalam hipotesis. Kemudian, melakukan pengujian atas hipotesis tersebut menggunakan data-data yang dikumpulkan. Kegiatan penelitian dimulai dengan konsep-konsep yang sangat umum. Selanjutnya, konsep-konsep tersebut selama penelitian diubah-ubah dan direvisi, hingga bertemu dengan kesimpulan yang sangat kuat. Jadi, variabel ditemukan dan dirumuskan kembali, bukan ditentukan di awal penelitian.

3. Variabel Analisis

Variabel-variabel menjadi komponen utama atau alat dalam melakukan analisis. Variabel adalah produk penelitian yang ditemukan setelah proses penelitian berlangsung (ditemukan kemudian).

4. Hanya Melihat Beberapa Variabel

Hanya melihat, memilih dan memperhatikan beberapa variabel (memandang melalui lensa kecil) Melihat dan memperhatikan pola-pola yang saling berhubungan antara berbagai variabel, yang belum pernah ditemukan sebelumnya (memandang menggunakan lensa besar). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat menyeluruh (holistik).

5. Menggunakan Instrumen Tertentu

Menggunakan instrumen yang ditentukan terlebih dahulu. Instrumen ini tidak mengandung interpretasi (sangat tidak fleksibel dan tidak reflektif). Menjadikan peneliti sebagai instrumen penelitian untuk mengumpulkan informasi atau data. Peneliti disyaratkan mampu bersikap fleksibel dan dapat memberikan pandangannya atas fenomena-fenomena atau hal-hal yang dilihatnya dalam penelitian.

6. Kesimpulan Pasti

Menuntut jawaban yang jelas, pasti dan tidak ambigu. Itulah sebabnya, instrumen berbentuk kuesioner menjadi sangat tepat digunakan untuk mengumpulkan data. Masalah penelitian tidak dapat diformulasikan secara jelas. Jawaban dari responden pun sedemikian kompleks. Oleh karena itu, wawancara mendalam menjadi metode yang sangat efektif dalam pengumpulan data.

7. Berhubungan dengan Angka Pasti

Berurusan dengan angka-angka, yaitu menyatakan dalam bentuk angka-angka karakteristik variabel-variabel penelitian dan mengkuantifikasi sampel terhadap populasi. Tertarik dengan konsep-konsep, bukan angka-angka, misalnya berapa kalinya sesuatu.

Contoh Format Proposal Skripsi Metode Penelitian Kuantitatif

Sebelum melaksanakan penelitian dan penyusunan skripsi secara menyeluruh, para mahasiswa terlebih dahulu harus menyusun proposal penelitian skripsi. Tujuan dari penyusunan proposal penelitian skripsi adalah untuk mendapatkan gambaran awal tentang penelitian dan merancang tujuan penelitian sebelum melangkah lebih jauh mengadakan penelitian.

Setelah proposal penelitian skripsi tersusun, mahasiswa harus mempresentasikannya di hadapan dosen pembimbing. Jika proposal penelitian tersebut telah disetujui, penelitian dapat dilakukan dan penggarapan skripsi berlanjut ke bab berikutnya. Proposal skripsi sendiri memuat bab I sampai bab III.

Sistematika format proposal penulisan skripsi metode penelitian kuantitatif adalah sebagai berikut:

  • Halaman Judul
  • Halaman pengesahan
  • Daftar Isi
  • Isi
  • Daftar Pustaka
  • Lampiran

Berikut ini adalah format proposal penelitian skripsi langsung pada bagian isi.

BAB I: PENDAHULUAN

A. Halaman Judul

Judul proposal skripsi harus mencerminkan atau merepresentasikan masalah, variabel, objek dan desain penelitian.

Contoh judul skripsi: Kontribusi Kegiatan Promosi pada Peningkatan Penjualan PT Anugerah Jaya Tahun 2013

B. Latar Belakang Masalah

Bagian ini berisi deskripsi mengenai apa yang telah mendorong peneliti untuk meneliti mengenai kontribusi kegiatan promosi pada penjualan. Jadi, peneliti menjelaskan situasi dan kondisi seperti apa yang melatarbelakangi timbulnya persoalan tersebut, yang berupa adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Kesenjangan ini, baik pada tatarann teoretik maupun praktis.

C. Identifikasi Masalah

Bagian ini menjelaskan pokok masalah sebagaimana yang tercermin pada bagian latar belakang masalah.

D. Batasan Masalah

Pada bagian ini, peneliti menjelaskan bahwa penelitian akan difokuskan pada beberapa identifikasi masalah. Dengan demikian, tidak semua masalah yang muncul akan diteliti. Pembatasan masalah penelitian ini terkait dengan keterbatasan penulis, baik dalam hal dana maupun waktu.

E. Tujuan Penelitian

Pada bagian ini, peneliti menjelaskan mengenai harapan apa yang ingin diwujudkan dengan penelitian yang dilakukannya.

F. Manfaat Penelitian

Pada bagian ini, peneliti menguraikan manfaat apa saja yang akan didapat dari hasil penelitian. Penelitian akan digunakan kepada siapa dan untuk apa, baik manfaat secara teoritis maupun manfaat praktis.

BAB II: KAJIAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

Pada bagian ini, peneliti menguraikan landasan yang merujuk pada berbagai teori yang ada dari berbagai ahli tertentu. Kerangka teori dapat berupa model matematis atau definisi-definisi yang langsung berkaitan dengan masalah yang diteliti dan nantinya akan mendasari hasil dan pembahasan penelitian secara detail.

B. Kerangka Teori

Kerangka teori yang disampaikan dalam bagian ini terdiri atas isu-isu atau teori-teori terkait penelitian. Kerangka teori akan memberikan panduan kepada peneliti ketika membaca pustaka. Jadi, kerangka teori dan pustaka terkait sangat erat. Peneliti tidak akan bisa mengembangkan kerangka teori jika belum mempelajari pustaka. Sebaliknya, peneliti tidak akan dapat membaca pustaka dengan efektif jika belum memiliki kerangka teori.

C. Kerangka Konsep Penelitian

Pada bagian ini, peneliti menguraikan operasionalisasi keterkaitan antarvariabel yang berasal dari kerangka teori. Biasanya kerangka konsep penelitian ini fokus pada satu bagian dari kerangka teori.

D. Hipotesis

Pada bagian ini, peneliti menjelaskan mengenai hipotesis, yaitu pernyataan singkat yang disimpulkan dari tinjauan pustakan atau landasan teori. Hipotesis sekaligus merupakan jawaban sementara atas masalah yang akan diteliti.

BAB III: METODE PENELITIAN

A. Pendekatan Penelitian

Pada bagian ini, peneliti mengungkapkan pendekatan yang digunakan. Contoh: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian survei untuk mengetahui kontribusi kegiatan promosi pada peningkatan penjualan PT Anugerah Jaya Tahun 2013.

B. Populasi dan Sample

Pada bagian ini, peneliti menguraikan mengenai populasi dan cara-cara pengambilan sample, besar sample, cara pengumpulan sample dan teknik penarikan sample.

C. Tempat dan Waktu Penelitian

  • Tempat PenelitianPada bagian ini, peneliti menjelaskan di mana penelitian akan dilakukan. Contoh: penelitian dilaksanakan di PT Anugerah Jaya Surabaya.
  • Waktu PenelitianPada bagian ini, peneliti menjelaskan kapan penelitian dilaksanakan. Contoh: penelitian dilaksanakan mulai bulan April hingga Mei 2013.

D. Variabel

Pada bagian ini, peneliti menjelaskan mengenai faktor atau variabel yang diamati atau diteliti dalam suatu penelitian.

E. Definisi Operasional

Bagian ini berisi penjelasan mengenai bagaimana suatu variabel akan diukur dan alat ukur digunakan. Dengan definisi operasional, variabel dideskripsikan sehingga bersifat spesifik, terukur, memperlihatkan sifat sesuai dengan tingkat pengukuran dan menampakkan kedudukannya dalam kerangka teoritis.

F. Teknik Pengumpulan Data

Pada bagian ini, peneliti menguraikan teknik-teknik pengumpulan data primer yang dilakukan untuk keperluan penelitian misalnya; observasi, wawancara langsung, angket, atau pengukuran aau pemeriksanaan

G. Instrumen Penelitian

Pada bagian ini, peneliti menjelaskan instrumen atau alat bantu yang digunakan dalam mengumpulkan data. Misalnya, kuesioner atau cek list.

H. Teknik Pengolahan Data

Bagian ini berisi uraian tentang cara pengolahan data yang akan dilakukan peneliti. Dengan demikian, data hasil penelitian dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan penelitian

I. Metode Analisis Data

Bagian ini berisi penjelasan mengenai bagaimana peneliti mengubah data hasil penelitian menjadi informasi untuk digunakan mengambil kesimpulan penelitian. Aktivitas analisis data ini meliputi persiapan, tabulasi dan aplikasi data.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *